Jumat, 10 Oktober 2014

Jomblo Tidak Rantasa'


12.05 AM  dengan kondisi mata berair (efek radiasi kelles yess) , hidung mampet, otak yang ngadat gara-gara si “deadline”.
Sebenarnya malam ini sama skali gak ada niat ataupun nazar untuk membuat  coretan ini bebs. Yah, taulah… sekarang sudah memasuki waktu Indonesia bagian tidur. Kata mereka sih perempuan idaman itu harusnya jaga pola tidur. Betul gak sih bebs?! Saya harapnya sih salah. Terlebih lagi energiku sudah terkuras gara-gara seharian mikirin nasib bangsa. Gak percaya? Lihatlah lingkaran hitam bawah mataku ini, yup… betul ini akibat dari mascara yg tak bermerk. :D
Oh iya perlu dicatat juga kalo coretan kali ini spontan lahir dari emosi, bukan pure dari brilliant thinker  yang menjadi daya tarikku sperti biasanya (*kibas poni*). Tadinya sih luapan  emosi/kekesalan ini mau saya lampiaskan ke dunia nyata saja. Awalnya saya mau curhat sama gadis2 sekompleks, tapi sy sadar kalo sekarang sudah larut malam, dan saya hampir lupa kalo yg masih gadis di kompleks ini tinggal saya seorang huaaaaaaaa :’(. Alhasil, sebagai perempuan yang berhati mulia dan memiliki tenggang rasa risih yang tinggi saya kembali bertatap mesra dengan layar ini deh bebs.  
Coretan ini hanya mau kembali mengingatkan sama kalian sobat sobitku yg lagi-lagi memperdebatkan status kesenderian atau kejombloan seseorang. Sekalian sebagai coretan motivasi buat kalian yang masih jomblo agar kuat menghadapi malam minggu besok dengan kesendirian, catat… KESENDIRIAN. Hahahaha
Wahai jomblowan-jomblowati yang budiman dan budiwati. Sudah saya ingatkan berkali-kali dan bertambah-tambah bahwa sesungguhnya “Jomblo adalah bukti kualitas diri” bebs. Apa saya perlu memberi usulan ke DPRD untuk mengesahkan titah ini agar kalian percaya, atau usulan ke Pak Walikota untuk membuat program baru dengan tagline “Jomblo Tidak Rantasa?”. Oke akan saya pertimbangkan, asal jangan menyuruhku lari kehutan dan belok ke pantai karena saya malu bertemu dengan dian sastro.
Oke langsung saja, berikut  sepenggal coretan yg pernah sy buat beberapa waktu lalu di salah satu akun jejaring sosial.

JOMBLO
sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, tapi mungkin pandangan qt tentang Jomblo berbeda-beda. Apakah wujud dari alasan Kebebasan atau karena memang tak laku-laku??? hahaha.
lewat catatan ini, sy coba mengumpulkan beberapa alasan dari orang2 yang mengaku dirinya Jomblowan/wati sejati. mari kita telusuri…

Dengan pertanyaan yang sama : " Kenapa Masih Jomblo?"

Athox : " mau-mau saya donk, mau jomblo kek mau jombreng kek... apa urusannya dengan kamu?" (sensitif banget sih mas??? ketahuan tdk pernah diterima)
Chila : " Takut disakiti mbak!" (inilah ciri wanita yang berhati lembut seperti saya, heheh dilarang protes)
Jheny : "enakan sendiri mbak, ndak mo terikat." (ketahuan waktu pacaran , Do'i-nya adalah tipe orang yang suka dengan hewan peliharaan... nah lho???)
Roy : "ga' pernah berhasil kalo nembak cewek!" (gimana nggak berhasil kalo nembaknya pake senjata ala densus 88)
Putri: "belum menemukan yang benar-benar cocok mbak" (aduhh mbak!!! gimana mo ketemu kalo nyarinya di pasar loak??)
Deden: "ndak laku-laku mbak" (mang barang pake acara gak laku segala?
----------(nama responden diatas adalah nama samaran)----------

Itulah beberapa jawaban yang dilontarkan oleh beberapa responden tentang alasan mereka berstatus JOMBLO. entah teman2 masuk dari salah satu alasan diatas atau mungkin ada alasan lain. tapi apaun alasannya, itulah pilihan bebs. meskipun reputasi yang terbangun lahir dari pemikiran dan penilaian orang disekitar kita, tapi yang tahu tentang adanya diri kita adalah diri kita sendiri.
nah, ketertarikan saya sebagai lulusan Manajemen, tertuju pada jawaban dari responding terakhir ini. Dalam dunia pemasaran,  ada beberapa alasan sehingga “sesuatu”  tersebut tidak laku-laku. Diantaranya, kurang promosi. Dari segi kualitas, kurang berkualitas/tidak menarik,  atau karna memang barang tersebut sangat berkualitas sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Dan terakhir mungkin “sesuatu”  itu merupakan produk limited edition yang hanya khusus diciptakan untuk satu pemilik yang sah saja. :D

Kilas balik dari note yang pernah ku buat di akun jejaring social di atas, harusnya tdk adalagi keraguan di dalamnya karena berdasarkan keakuratan data dan fakta, saya telah melakukan beberapa survey walaupun masih dalam tingkat imajinasiku. 
Dalam pengakuanku, tulisan di atas tercipta melalui pemikiraan sesaat tapi tak sesat. Sebuah tulisan yang lahir dari pemikiran standar dan subjektif, tercipta dengan bantuan 11 jari dan 3 mata yang saya punya.
Sekian dari saya, perempuan yang mulai lemah dan terbujuk oleh rayuan si sarung cokelat.
Posting Komentar