Senin, 12 Januari 2015

Fenomena Zaman Bacanlitikum


Assalamu alaikum 

Malam bebs, yang tadi nonton Jodha Akbar mana suaranya? Hehehe. Gak usah malu ah bebs. Jujur dari hati yang paling dalam, sebenarnya saya juga senang ngikutin serial jodha akbar. Bukan karena fanatic bollywood ato tertarik dengan kumis raja jalal yah, tapi asli saya tertarik dengan pesan cerita, juga kesan karakter masing2 pemainnya. Kita bisa menempatkan beberapa point of view dalam cerita tersebut .  Sebuah cerita kerajaan yang menggambarkan kompleksitas polemic yang mutlak terjadi dalam sebuah kepemimpinan. Menonton jodha Akbar seakan mengajakku bercakap  tentang arti kekuasaan, penegakan hukum yang semestinya tak pandang bulu, perlawanan dan pertahanan  yang butuh strategi dan sekutu, penegakan keadilan yang selalu berdampingan dengan putusan dilematis, kawan yang sejatinya adalah musuh tak terbaca, eksistensi perempuan, romantisme malu-malu kucing yang berisyarat bahwa cinta itu pengorbanan bukan kemesraan seperti yang disajikan pilem2 abg alay. Nah loh… kok bahas Jodha Akbar sih? nonton sampe ketiduran tadi soalnya bebs. So, sorry yah bebs yang doyan nonton ganteng ganteng seringgila… Uppss

Betewe, Gimana MONsterDAY nya bebs? Sibukkah? Yaudah… kalo sibuk jangan lupa ucap alhamdu?? Lillah (cord). Bersyukurlah karena kita masih diberi kesempatan untuk ber-sibuk-an. Asalkan sibuknya membawa manfaat yah bebs, misalnya sibuk demi sesuap nasi dan sebongkah berlian, kalo gak dapet bongkahan berlian bongkahan batu bacan juga gak papalah. Karena sesungguhnya sesibuk-sibuknya nyari bongkahan batu, jauh lebih mulia dari pada sibuk ngurusin privasi orang lain. Betul ato benar bebs?

Ngomong ngomong soal batu, saya mau berbagi kesan dan cerita sedikit bebs… sedikit sedikit kok cerita? heheh. Tapi sebelumnya maaf yah kalu suara saya agak serak2 becek, soalnya hidung malu-malu mancung ini lagi mengalami kesenjangan sirkulasi oksigen antara sebelah kira dan kanan. Badan lemes  gegara body hot mendayu-dayu (baca: demam disertai batuk). Tapi Kata orang bijak nih yah,  kesulitan/kesakitan itu diciptakan untuk mengetahui siapa yang peduli padamu. Saya sepakat, tadi tiba-tiba salah satu teman saya yang ngakunya alumni fakultas kedok (kedokwa’an) memberi saran yang cukup brilliant setelah tau kondisi saya.  katanya kalo  susah tidur dengan posisi menghadap kiri atau kanan, saya disarankan tidur menghadap yang kuasa biar tenang katanya. Sayang sekali pedulinya overdosis. Jangan ditiru yah bebs, pedulilah sesuai dengan porsinya, jangan berlebihan sebagaimana sabda Rasulullah: "Janganlah kalian berlaku ghuluw (sikap berlebih-lebihan)” :D

Kembali ke soal batu… tak mau kalah dengan saya yang lagi demam batuk, para lelaki saat ini lagi terkena demam batu. Dan saya berani jamin jam selarut ini masih ada yang lagi sibuk dengan batu mulianya. Ckckckc. Gak percaya? Coba deh yang perempuan.. skrng telepon patjar kalian, saya pastikan gak bakalan diangkat. Itu artinya mereka masih sibuk gosokin batu bongkahan dan lebih memprioritaskan batu dari pada kamu makhluk Tuhan yang paling anu bebs. Kalo itu terjadi, gak usah pikir panjanglah, malam ini kalian harus susun kata-kata untuk memutuskan hubungan kalian bentar pagi… kalo bisa momentnya di saat hujan turun biar feel dan soulnya dapet … Hahahaha (semua jomblopun bersorak riang).

Lanjut......
Teringat kata dosen filsafatku dulu tentang sifting paradigm. Dimana pergeseran paradigma akan terjadi dalam siklus kehidupan. Warning bebss!! kayaknya kita sebagai perempuan harus berhati-hati dgn sifting paradigm yang menggerogoti kaum lelaki skarang ini. Bagaimana tidak, mayoritas dari kita tentunya menganggap dan mengakui bahwa sosok perempuan adalah reflleksitas wajah kemuliaan, namun seiring berjalannya waktu, kemuliaan itu kini bergeser pada sosok batu.
Eh tunggu dulu… saat batu menjadi “yang mulia”, apa kabar dengan yang mulia HJ. Najemiah?
Ingatkan bebs,  saat mantan Kapolda (dua periode sebelumnya) dalam sebuah  sambutan, beliau menyematkan kata “mulia” pada sosok Hj. Najemiah dkk atas hibah tanah dan beberapa unit kendaraan operasinal terhadap  pihak kepolisian. Bisa dikatakan saat itu kata “mulia”  mengalami pergeseran makna pada sebuah kekuasaan dan kekayaan materil. Nah, sekarang? Kemuliaan itu disematkan pada batu bebs… batuuu… 

Ini membuat saya penasaran, sehingga diam-diam saya melakukan obesrvasi. Dan alhasil bisa dikatakan 10 dai 7 lelaki yang saya jumpai semuanya bangga memamerkan batu mulia di jidatnya… eh di jarinya maksudku bebs. Mulai dari seukuran upil sampe seukuran biji durian. Di mana-mana semua pada asik membahas batu. Ekstrimnya lagi, kemarin pas mo ngampus tanpa sengaja  saya melihat beberapa orang yang serius  mengais ngais batu kerikil yang berserakan di pinggir aspal, tangan kirinya terlihat menggengam beberapa batu hasil seleksinya. Tadinya sih niat mau nanya2 sekedar basa basi busuk pengen tahu batu apa yang dicarinya... Tapi ku urungkan,  jalan macet akibat cara markir motornya aja dia abaikan apalagi saya. Pikirku… lagian sudah bisa ditebak kok, batu yang dia cari gak mungkin batu tawas apalagi batu ginjal kan?

Jika ditinjau kacamata minus saya berdasarkan hasil observasi tersebut, saya bisa menarik ulur kesimpulan  bahwa saat ini  manusia cenderung kembali pada zaman batu. Lah, apakah ini berarti kita mengalami fase kemunduran? ibarat kata kita kembali  menjadi spesies phitecontrhopus erectus dongs bebs?? Kalo dulu dikenal dengan zaman paleolitikum (batu tua) atau mesolitikum (batu muda), nah sekarang mungkin namanya zaman Bacanlitikum (batu mulia), dimana semua pada berpindah-pindah tempat untuk mencari bongkahan batu bacan. heheheh. Ah entahlah bebs…

Terlepas dari pikiranku yang ngasal ini, bukan maksud saya untuk menyudutkan atau meng-ofside-kan pemaknaan sebuah perempuan, batu, dan kemuliaan. Hehehe. Ini hanyalah coretan kasar dari pemikiran standar yang mulai melemah terisap pekat malam. Yahh… Kasat mulia adalah tentang persepsi, olehnya muliakanlah sebuah kepantasan.  Memuliakan bukan berarti menghamba kan bebs?. Yups… I think so, yang penting tetap pada porsinya. :D
Sekedar bocoran, saya juga punya beberapa koleksi batu permata kok bebs, bacan, akik, dan satu lagi warna hitam gak tau apa namanya. hehehe
Udah dulu yah bebs, maap kalo ada salah kate karena sesunggungnya kate tak salah apa2. eh nitip salam dong buat dia yang entah siapa,  berharap suatu saat dia dan saya akan saling memuliakan.  :*

Sdh jam 2 rupanya, yang niat sahur… selamat bersantap yah bebs. Eike take a rest dulu. Akhir kata,  meski gula mengalami kenaikan tetap sweet dream yeahh!
Wassalam alaikum warahmatullah…