Kamis, 19 Maret 2015

Menolak Ingat


Assalamualaikum….
Semangat siang bebs, semoga berkah dan bahagia menyertai kita semua.
Seperti biasa, kalo otak lagi heng ngedit naskah yang sejatinya tidak linear dengan bidang keilmuan(ku), pilihan ketiga setelah ngemut coki2 dan memandangi batu bacanku, yah ngunjungi blog ini. Di sini saya bisa nyorat nyoret ngasal tanpa harus meremas kertas jika sekiranya tidak sesuai dengan aturan EYD (Ejaan Yang Dilebay lebaykan). Halllaahhh…

Lama tidak berkunjung ke blog ini, takutnya jadi lumutan dan jamuran karena sudah lama dibiarin kosong, mirip hatimu bebs. Hehehe.
Anyway, mungkin ini kali pertama saya mengunjungi blogku disiang hari, biasanya sih disaat malam. Sehingga pembahasannya yah paling sekitar ratapan ratapan rindu dari para responden jones. Ahhaii.

Hmmm… sebenarnya gak ada hal penting sih pembahasan coretan kali ini, cuman mau mengingatkan kalo ini hari jumat, besoknya hari sabtu dan lusa hari minggu, selasa, rabu, kamis, dan kembali ke jumat. Hehehe. Gak pentingkan?
Tapi ceritanya jadi penting kalo menyangkut kamu (nama disamarkan). Yups sdh kubilang kan?, saya selalu memantaumu di sudut nyata dan maya. Jadi jangan nakal. Jika tidak, berarti kamu tidak nakal. Hahaha. Apasihhh.

Melalui coretan ini, ada beberapa catatan yang ingin kutitip khusus pada si samar, jd maaf yah bebs kalian saya kantongin dulu di coretan ini. heheheh peace.
Eh kamu yang samar… tenang saja ini bukan catatan kredit, atau catatan hapalan rumus fisika, juga bukan catatan merah dari KPK mengenai track rekordmu. Yah bisa dibilang ini ultimatum mesra yang ingin kudedikasikan buat kamu. Lancangkan?? Hehehe.
Jadi, perhatikan sedetail mungkin, hayati dan perankan karena ini penting dan tidak akan kamu dapati pada NAWA CITA Bpk. Jokowidodo.

Intinya adalah jangan ada “menolak ingat” diantara kita. Adapun isi point sebagai berikut:
1.       Jangan lupa kalo kamu itu manusia
2.       Jangan lupa kalo kamu itu lakilaki
3.       Karena kamu lakilaki… maka jangan lupa kewajiban untuk shalat jumat
4.       Shalat jumatnya jangan lupa di Masjid dan menghadap kiblat
5.       Jangan bahas batu kalo khatib lagi ceramah
6.       Jangan lupa sedekah, tapi kalo kantongmu kosong, yaudah… ada kata bijak yang mengatakan “senyum itu sedekah”. Nah senyum saja ke kotak amalnya. heheh
7.       Nah yang paling penting, jangan lupakan orang terkasihmu setelahnya. Doakan mereka. Doakan Negara kita. Doakan pemimpin kita. Dan jika sempat, yah itupun jika kau tak malu pada Tuhan, doakan Aku… selipkan Aku ditiap harapanmu. 
Nah itu saja, lagian adzan sudah berkumandang, berjalanlah dengan gagah dibalik nyatamu yang kusamarkan. Eehh, tunggu dulu, kopiahnya miring, sini saya rapikan. Hehehhe.

Oh iyya, besok sabtu malam, jangan hiraukan kemacetan dan ritual satnite yang lebay di luar sana. Bukankah kita tidak pernah sepakat untuk melakukan ritual satnite? Yah selama ini diam diam kita hanya merindu, karena rindu tidak butuh kesepakatan dan kode etik. Tenang saja buaya dan cicak tidak akan marah, karena yang direpotkan hanyalah masing2 dari kita yang merindu.

Lagian kita bukan seperti mereka yang mengagungkan ritual macam itu, merugikan pemerintah, menambah kemacetan, dan menambah polusi udara yang hanya menyakiti paru2 alam. hehehe (padahal dalih).
Maaf jika tak sempat meng’kode kabar esok malam, soalnya sebentar sore saya dan teman berencana  take the road  ke kaki gunung, menyeruput kopi bersama masyrakat yang ramah di sana. yah lingkup yang terlepas dari tendensi. oh iyya, di sana gak ada sinyal, jadi maaf membuatmu merindu untuk sementara waktu.
Tapi tenang saja, setiap seruputan kopi, adalah aroma rindu yang menggantung di langit2 hidung. Setelah terteguk, aromanya hilang tapi semakin mendekat, di NADIku mungkin. 
Itu saja yah saya mo prepare rong... heheh

Nah buat bebs2ku, jangan cemburu ke si samar yah bebs? bukan salah dia kok, dia hanya beruntung.
Wassalam.

Teringat quote Sujiwo Tedjo  “adakah yang lebih romatis dari suara gesekan sandal ke aspal dan kibar suara sarung oleh laki laki menuju jumatan?”