Jumat, 20 November 2015

Milad dan Insinuasi Garis Keras


Assalaamualaikum, bagaimana harinya? Seharian tidak lupa bahagia kan temans?
Sudah larut sih… tapi ditemani sisa efek kafein dan sebatang coki2, saya mau nyoretin blog yang cukup lama terabaikan ini.

Alhamdulillah hari ini kembali berbanjiran ucapan selamat serta doa dan harapan dari sekitarku, pun juga berbanjiran tawaran ngopi, dengan note “belakang bayar”. Hehehe.
Sekedar mengingat, tanggal ini bertepatan dengan tangis perdanaku yang disambut kumandang adzan oleh seorang pria gagah, juga menjadi pesakitan bahagia perdana oleh seorang perempuan hebat, yang melalui rahimnyalah Tuhan mempercayakan prosesi penciptaanku.
Ucapan selamat untuk sebagian orang mungkin sebuah kelaziman. Tetapi, kelaziman bukan berarti hal yang patut disepelekan kan? Menurutku hadirnya ucapan selamat memiliki konsep konstruksi tersendiri. Tidak terlontar begitu saja, namun dibangun oleh sikap perhatian dan kepedulian. Bagaimana mungkin ucapan terlontar tanpa sebuah ingatan yang didasari sikap perhatian? Dan mustahil bukan sebait doa mampu terpanjatkan tanpa kepedulian? bukankah manusia punya pilihan untuk bersikap apatis terhadap hal hal sepele?

Sangat variatif ucapan dan doa yang ada. tentang kesuksesan, kesehatan, kebahagiaan, lapang rezeki dan jodoh,  umur panjang dll.
Seperti Tahun Sebelumnya, harapan dan kode insinuatif tentang status “kesendirian”ku juga terlontar dari beberapa teman konyol dan pemuja rahasia nan kepo, heheh. Kalo tahun lalu sih masih berbau ejekan standar, nah sekarang insinuasinya asli sok warning, padahal sebenarnya terdengar absurd di telinga dan logika ku.  Bayangkan saja, seorang teman nelepon tengah malam hanya berucap “salamualaikum… mit, pokoknya harusko sadar di usia barumu… besok janganmi traktirka, tp bawakanka cowokmu! Salamualaikum.”  dengan vocalnya yang dimirip miripkan debt collector biar terdengar horor. Lah, antara kesadaran, ulang tahun, dan cowok, korelasinya dimana coba? Pake metode analisis apapun pasti jawabannya tidak bakal saya temukanlah bebs.
Kekonyolan lain hadir dari sirat harapan beberapa teman yang baru saja menjadi Ibu muda.
“selamat ulang tahu tante, semoga …………….” (titik titiknya sengaja disensor).
Yang absurd bukan hanya BBMnya yang seolah diketik oleh si baby. Tapi lanjutan dari kata semoganya itu loh. Yang pada intinya si baby mengungkapkan keinginannya dihadiahi seorang om (you knowlah maksud mereka). Dalam kondisi ini saya melihat ada kecenderungan cikal bakal emak yang otoriter. hehehe. dimana secara sepihak si emak menggunakan hak bicara anaknya yang belum bisa ngomong. Tadinya mau saya adukan ke komnas perlindungan anak, tapi ku urungkan. Kan gak lucu kalau kasus penipuan #mamamintapulsa dan ramai Freeport tentang #papamintasaham tenggelam oleh media gara gara isu #PonakanMintaOm. Hehehe. Bukan salah rezim orba kok bebs, ini hanya kesalahpahaman asa antara ibu muda dan tante muda. Lagian saya tau dibalik sindiran terselubung tersebut, ada harapan yang tersirat. :)
So dengan penuh ketabahan dan keihlasan yang memang gambaran tentang diriku (dilarang protes) kumaklumi kelakuan ibu2 muda itu yang sudah membuat kredibilitasku sebagai tante idaman para ponakan luluh lantah seketika. Toh dengan intuisiku yang handal ini, saya yakin sebenarnya si baby malah mau bilang
“selamat ulang tahun tante, jangan punya cowok dulu yah, tunggu saya besar. mana tau kita jodoh. Aku sayang tante”. hahaha

all events, it makes me feel so a lucky woman. love you all :*

Terlepas dari surat dan sirat pengungkapan ucapan selamatnya yang beraneka ragam, concern yang saya tangkap tidak lain adalah tentang harapan yang didasari oleh kepudulian, perhatian dan kasih sayang. Ditengah tuntutan kesibukan, masih banyak yang menyempatkan sebagian belahan otak kanannya untuk merangkai doa dan harapan di hari jadiku. Sehingga melalui coretanku di sudut malam dan kelelahan ini, rasa terimakasih pantas kudedikasikan buat kamu, dia, kalian dan mereka yang dengan hati tulus mendoa untuk perempuan kerdil ini. yups... perempuan yang tak sesurvive dan setangguh sosok “Kate” dalam film survivor. Terimakasih juga untuk orang orang yang telah ikhlas mengisi kekuranganku dengan kelebihannya, serta menjadikan kelebihanku lepas dari makna kesia siaan.

Syukurku semata untuk Sang Pencipta yang telah meng-ada-kanku, menyempatkanku bergeser dari titik satu ke titik lain menemui kejaiban, mempertemukan dengan sosok sosok yang luar biasa dengan segala kejutan penuh hikmah. Semuanya adalah alur yang membawaku pada keyakinan, bahwa kasih-Nyalah yang akan mewujudkan apa yang kita semogakan kemarin dan seterusnya.
Rasanya saya kehabisan kata untuk mengurai semua perasaan, sampai tidak mengenal batasan rasa antara syukur, bahagia, haru dan entah perasaan apalagi namanya. Tapi bukan berarti ini sebuah kelatahan sikap atau euphoria sesaat yang hanya hadir di moment kelahiranku. Setidaknya, ada penegasan rasa ketika hariku pernah luput dari rasa syukur, terima kasih, bahkan terbelenggu ketidak pedulian yang nyaris merenggut nilai kemanusiaanku.

oh iya, Satu lagi ucapan terimakasih yang tak kalah pentingnya, yakni untuk pihak ANTV yang sudah rela mengeluarkan anggarannya demi menghadirkan ratu jodha tepat di hari ulang tahunku. Hmmm, Padahal saya tidak pernah memberi bocoran mengenai tanggal kelahiranku ke pihak ANTV. Tengkyu bro I’m so excited . hahaha.
Tidak disangka pihak ANTV diam diam memberikan surprise.Semoga ini bukan kode bargaining politik. hehehe.
Sebagaimana saya teringat dan terinsparasi oleh salah satu quote ratu jodha:
“aku memang tidak ingin mengerti apapun tentang politik yang merusak moralku, aku bahagia dengan apa yang ada di diriku.”
Gimana? Aseek gak sikap sok idealisnya saya?  Heheheh

Akhir kata selamat malam bebs, terimakasih dan salam bahagia untuk kita semua. entah yang masih berpijak di bumi ataukah yang telah damai di alam keabadian. :)
Salama’ki, semoga doata berbalas kebaikan.
Posting Komentar